Membaca kisah sex seru tante cakep? Ini ada juga Cerita Dewasa : Aku Wanita Jalang, Pemuas Nafsu Laki-Laki Setengah Baya di halaman ambil vidio sex bispak digenjot pukinya kelonjotan

✪ Topik: Cerita Dewasa : Aku Wanita Jalang, Pemuas Nafsu Laki-Laki Setengah Baya tentu Seksi
✪ Kamu dapat ambil photo telanjang Cerita Dewasa : Aku Wanita Jalang, Pemuas Nafsu Laki-Laki Setengah Baya yang hot, bisa pula intip vidio sex Cerita Dewasa : Aku Wanita Jalang, Pemuas Nafsu Laki-Laki Setengah Baya telanjang sexy di TEGANGAN.COM

Aku sekarang bekerja sebagai tenaga sales disebuah showroom mobil, sehingga aku tidak menunggui rumah disebelah rumah oom Dio. Suatu hari aku mendapat tugas buat mengikuti meeting cabang di Bogor dan Hobbybumi. Kantor tidak memberi fasilitas kendaraan tapi uang transport dan penginapan serta makan buat ke Bogor dan Hobbybumi p.p. Setelah meeting di Bogor, selepas magrib aku sedang menunggu kendaraan umum di perempatan Ciawi buat ke Hobbybumi. Beberapa kendaraan umum lewat tapi selalu penuh.
TIba2 ada sedan yang menepi dan seseorang keluar dari sedan tersebut, ternyata oom Dio. “Nes, mau kemana sore2 gini?” tanyanya. “Eh oom Dio, Ines mau ke Hobbybumi oom?” jawabku. “Kebetulan Nes, aku mau ke Hobbybumi juga, bareng aja”, ajaknya. Ternyata di mobil sedang menunggu oom Odi. Setelah berbasa basi, oom Odi lansung menggas mobilnya ke arah Hobbybumi. “Kamu sekarang kerja dimana Nes?, tanya oom Dio lagi. “Kerja di showroom mobil oom”, jawabku. “Terus ke Hobbybumi mau ngapain”, tanya oom Odi. “Ines mau meeting cabang oom, tadi sudah meeting cabang di Bogor”, jawabku. “Kok gak dianter?” tanya oom Odi lagi. “Gak ada fasilitasnya oom, cuma dikasi uang transport dan hotel. Oom oom ke Hobbybumi mau ngapain”, tanyaku. “Kita berdua ada bisnis, eh gak taunya ketemu sampeyan. Kamu nginep bareng kita aja, hemat kan. Kamu pulang ke Jakartanya kapan?”, ajaknya. Kebayang nginep bareng mereka tentunya aku digenjot bergantian, ngebayangin itu napsuku timbul. “Boleh aja oom, Ines pulang besok sore abis meeting”, jawabku. “Ya bareng kita aja lagi, kita juga balik ke Jakarta besok sore, lepas magrib kaya hari ini lah. Call aja, nanti disamperin” kata oom Odi lagi. Di perjalanan, kita mampir ke warung Sunda buat mengisi perut. Jalan ke Hobbybumi jelek kwalitasnya dan macet pula sehingga sampe Hobbybumi sudah malem. Mereka langsung menuju ke Selabintana, “Kita nginep di Selabintana aja ya, adem”, kata oom Odi. Di hotel, mereka membook 2 kamar yang ada connecting doornya. Makin jelaslah rencananya, mereka akan mengentoti aku bergantian. Aku sekamar dengan oom Odi, oom Dio di kamar sebelah. Oom Dio segera masuk kamar mandi, sementara aku rebahan saja di ranjang, napsuku makin berkobar karena ngebayangin sebentar lagi aku akan diantri mereka berdua. Oom Odi keluar dari kamar mandi cuma melilitkan anduk di pinggang saja, kelihatannya kontolnya menonjol, kayanya sih udah tegang berat. Dia duduk disebelahku di ranjang dan mencium pipiku. “Nes kita asik lagi ya”, katanya merayu. “Iya oom, Ines juga udah kepingin ngerasaan kontol oom keluar masuk di puki Ines lagi”, kataku. Tangannya mulai meremes susuku dari luar, kayanya dia udah gak tahan napsunya sehingga gak kasi kesempatan aku mandi lagi. Kupikir, ya abis digenjot aja mandinya. Bajuku dibukanya sehingga aku cuma mengenakan bra dan celana jin saja. Tangannya kembali meremas2 susuku. Aku menggelinjang, nikmat. Dia langsung melepas kaitan braku sehingga terbukalah susuku, siap buat diremas dan diemut lebih lanjut. Pentilku langsung menjadi sasaran, diemutnya sambil meremas susuku. “Nes, susumu jumbo dan keras, napsuin deh”, katanya sambil terus meremas dan mengisep pentilnya. Ritsluiting jinku dibukanya, aku mengangkat pantatku sedikit supaya dia dapat melepaskan jinku yang ketat. CD ku juga langsung dilepasnya sehingga aku sudah bertelanjang bulet. Jembutku yang lebat menjadi sasaran selanjutnya, kemudian salah satu jarinya sudah mengelus2 pukiku. Otomatis aku mengangkangkan pahaku sehingga dia mudah mengakses pukiku lebih lanjut. Aku melepas lilitan handuknya, segera kontolnya yang jumbo, super dan sangat keras aku genggam dan kocok2. “Nes, diisep dong”, pintanya. Kepalanya kujilat2 sebentar kemudian kumasukkan ke mulutku. Segera kekenyot pelan2, dan kepalaku mengangguk2 memasukkan kontolnya keluar masuk mulutku, enyotannya jalan terus. “Ah, lezat Nes, baru diisep mulut atas aja udah nikmat ya, apalagi kalo yg jilat mulut bawah”, erangnya kelonjotan. Tangannya terus saja mengelus2 pukiku yang sudah basah karena napsuku sudah memuncak. “Nes, sampeyan udah napsu banget ya, puki sampeyan udah basah begini”, katanya lagi. Kontolnya makin seru kuisep2nya. Tiba2 dia mencabut kontolnya dari mulutku dan segera menelungkup diatas tubuhku. Kontolnya diarahkan ke pukiku, ditekannya kepalanya masuk ke pukiku. terasa banget pukiku meregang kemasukan kepala kontol yang jumbo, dia mulai mengenjotkan kontolnya pelan, keluar masuk pukiku. Tambah lama tambah cepat sehingga akhirnya seluruh kontolnya yang super ambles di pukiku. “Enak oom, kontol oom bikin puki Ines sesek, dienjot yang keras oom”, rengekku kelonjotan. Enjotan kontolnya makin cepat dan keras, aku juga makin sering melenguh kenikmatan, apalagi kalo dia mengenjotkan kontolnya masuk dengan keras, nikmat banget rasanya. Gak lama dienjot aku udah merasa mau nyampe, “Oom lebih cepet ngenjotnya dong, Ines udah mau nyampe”, rengekku. “Cepat banget Nes, aku belum apa2″ jawabnya sambil mempercepat lagi enjotan kontolnya. Akhirnya aku menjerit kelonjotan “Oom, Ines nyampe oom, aah”, aku menggelepar2 kenikmatan. Dia masih terus saja mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Tiba2 dia mencabut kontolnya dari pukiku. “Kok dicabut oom, kan belum ngecret”, protesku. Dia diem saja tapi menyuruh aku menungging di pinggir ranjang, rupanya dia mau gaya anjing. Segera kontolnya ambles lagi di pukiku dengan gaya baru ini. Dia berdiri sambil memegang pinggulku. Karena berdiri, enjotan kontolnya keras dan cepat, lebih cepat dari yang tadi, gesekannya makin kerasa di pukiku dan masuknya rasanya lebih dalem lagi, “Oom, nikmat”, erangku lagi. Jarinya terasa mengelus2 pantatku, tiba2 salah satu jarinya disodokkan ke lubang pantatku, aku kaget sehingga mengejan. Rupanya pukiku ikut berkontraksi meremas kontol jumbo super yang sedang keluar masuk, “Aah Nes, nikmat banget, empotan puki sampeyan kerasa banget”, erangnya sambil terus saja mengenjot pukiku. Sementara itu sambil mengenjot dia agak menelungkup di punggungku dan tangannya meremas2 susuku, kemudian tangannya menjalar lagi ke itilku, sambil dienjot itilku dikilik2nya dengan tangannya. Nikmat banget digenjot dengan cara semisal itu. “Oom, nikmat banget digenjot sama oom, Ines udah mau nyampe lagi. Cepetan enjotannya oom,” erangku saking nikmatnya. Dia semisalnya juga udah mau ngecret, segera dia memegang pinggulku lagi dan mempercepat enjotan kontolnya. Tak lama kemudian, “Oom Ines mau nyampe lagi, oom, cepetan dong enjotannya, aah”, akhirnya aku mengejang lagi kelonjotan. Gak lama kemudian dia mengenjotkan kontolnya dalem2 di pukiku dan terasa pejunya ngecret. “Aah Nes, nikmat banget”, diapun agak menelungkup diatas punggungku. Karena lemas, aku telungkup diranjang dan dia masih menindihku, kontolnya tercabut dari pukiku. “Oom, nikmat deh, sekali enjot aja Ines dapat nyampe 2 kali. Abis ini giliran oom Dio ya”, kataku. “Iya”, jawabnya sambil berbaring disebelahku. Aku memeluknya dan dia mengusap2 rambutku. “Kamu pinter banget muasin pria ya Nes”, katanya lagi. Aku cuma tersenyum, “Oom, Ines mau ke kamar mandi, lengket tubuh rasanya”, akupun bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi.
Selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi telanjang bulat, kulihat oom Dio sudah berbaring diranjang cuma mengenakan celana pendek. Kulihat kontolnya menonjol, rupanya dia sudah tegang berat menunggu gilirannya mengentoti aku. Aku tersenyum saja dan berbaring disebelahnya. Dia segera mencium bibirku dengan penuh napsu. Kontolnya keelus2 dari luar celananya. Lidahku dan lidahnya saling membelit dan kecupan bibir berbunyi saking hotnya berciuman. Tangannya juga mengarah kepahaku. Aku segera saja mengangkangkan pahaku, sehingga dia dapat dengan mudah mengobok2 pukiku. Sambil terus mencium bibirku, tangannya kemudian naik meremas2 susuku. Pentilku diplintir2nya, “Oom lezat, Ines udah napsu lagi oom”, erangku. Tanganku segera membuka kolor celananya dan segera mengocok kontolnya yang sudah keras banget. Dia segera melepaskan celananya sehingga sama2 bertelanjang bulat. Kemudian ciumannya beralih ke susuku. Pentilku yang sudah mengeras segera diemutnya dengan penuh napsu, “Oom, nikmat oom”, erangku. Diapun menindihku sambil terus menjilati pentilku. Jilatannya turun keperutku, kepahaku dan akhirnya mendarat di pukiku. “Aah oom, lezat banget oom, belum digenjot udah nikmat banget”, erangku. Aku menggeliat2 kelonjotan, tanganku meremas2 sprei ketika dia mulai menjilati pukiku dan itilku. Pahaku tanpa sengaja mengepit kepalanya dan rambutnya kujambak, aku mengejang lagi, aku nyampe sebelum digenjot. Dia pinter banget oke napsuku. Aku telentang terengah2, sementara dia terus menjilati pukiu yang basah berlendir itu. Dia bangun dan kembali mencium bibirku, dia menarik tanganku minta dikocok kontolnya. Dia merebahkan dirinya, aku bangkit menuju selangkangannya dan mulai mengemut kontolnya. “Nes, sampeyan pinter banget sih”, dia memuji. Cukup lama aku mengemut kontolnya. Sambil mengeluar masukkan di mulutku, kontolnya kuisep kuat2. Dia merem melek kelonjotan. Kemudian aku ditelentangkan dan dia segera menindihku. Aku sudah mengangkangkan pahaku lebar2. Dia menggesek2kan kepala kontolnya di bibir pukiku, lalu dienjotkan masuk, “Oom, lezat”, erangku.Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk pelan2 sampai akhirnya blees, kontolnya nancep semua di pukiku. “Nes, pukimu sempit banget, padahal barusan kemasukan kontol ya”, katnya. “Tapi lezat kan oom, abis kontol oom jumbo banget sampe puki Ines kerasa sempit”, jawabku terengah. Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat, bibirku diciumnya. “Enak oom, aah”, erangku kelonjotan. Enjotannya makin cepat dan keras, pinggulku sampe bergetar karenanya. Terasa pukiku mulai berkedut2, “Oom lebih cepet oom, lezat banget, Ines udah mau nyampe oom”, erangku. “Cepet banget Nes, aku belum apa2″, jawabnya. “Abisnya kontol oom lezat banget sih gesekannya”, jawabku lagi. Enjotannya makin keras, setiap ditekan masuk amblesnya dalem banget rasanya. Itu menambah nikmat buat aku “Terus oom, lezat”. Toketku diremas2 smabil terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk. “Terus oom, lebih cepat oom, aah, lezat oom, jangan brenti, aakh…” akhirnya aku mengejang, aku nyampe, nikmat banget rasanya. Padahal dengan oom Odi, aku udah nyampe 2 kali, nyampe kali ini masih terasa nikmat banget. Memang oom Dio pinter muasin jablay. Aku memeluk pinggangnya dengan kakiku, sehingga rasanya makin dalem kontolnya nancep. Vaginaku kudenyut2kan meremas kontolnya sehingga dia melenguh, “Enak Nes, empotan puki sampeyan hebat banget, aku udah mau ngecret, terus diempot Nes”, erangnya sambil terus mengenjot pukiku. Akhirnya bentengnya jebol juga. Pejunya ngecret dalam pukiku, banyak banget kerasa nyemburnya “Nes, aakh, aku ngecret Nes, nikmatnya puki sampeyan”, erangnya. Dia menelungkup diatas tubuhku, bibirku diciumnya. “Trima kasih ya NEs, sampeyan bikin aku nikmat banget”. Setelah kontolnya mengecil, dicabutnya dari pukiku dan dia berbaring disebelahku. Aku lemes banget walaupun nikamt sekali. Tanpa terasa aku tertidur disebelahnya.
Aku terbangun karena merasa ada jilatan di pukiku, ternyata dia sudah terbangun dan kulihat kontolnya sudah tegang lagi, aku mengintip jam, masih subuh. Vaginaku dijilatinya dengan penuh napsu. Pahaku diangkatnya keatas supaya pukiu makin terbuka. “Oom, nikmat banget oom jilatannya”, erangku. Ngantukku sudah hilang karena rasa nikmat itu. Aku meremas2 susuku sendiri buat menambah nikmatnya jilatan di pukiku. Pentilku kuplintir2 juga. “Oom, subuh2 gini sudah ngasi lezat ke Ines”, lenguhku. Kemudian itilku diisep2nya sambil sesekali menjilati pukiku, menyebabkan pukiku sudah banjir lagi. Aku menggelepar2 ketika itilku diemutnya. Cukup lama itilku diemutnya sampai akhirnya kakiku diturunkan lagi keranjang, aku mengangkangkan pahaku karena aku tau sebentar lagi tentu kontolnya masuk. “Oom, masukin dong oom, Ines udah pengen digenjot”, rengekku. Dia langsung menindih tubuhku, kontolnya diarahkan ke pukiku. Begitu kepala kontolnya menerobos masuk, “Yang dalem oom, masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong oom”, rengekku karena napsuku yang sudah muncak.Dia langsung mengenjotkan kontolnya dengan keras sehingga sebentar saja kontolnya sudah nancap semuanya dimemekku. Kakiku segera melingkari pinggangnya sehingga kontolnya terasa masuk lebih dalem lagi. “Ayo oom, dienjot dong”, rengekku lagi. Dia mulai mengenjot pukiku dengan cepat dan keras, uuh nikmat banget rasanya pagi2 gini digenjot. enjotannya makin cepat dan keras, ini membuat aku menggeliat2 saking nikmatnya, “Oom, lezat oom, terus oom, Ines udah mau nyampe rasanya”, erangku. Dia tidak menjawab malah mempercepat lagi enjotan kontolnya. Toketku diremas2nya, sampe akhirnya aku mengejang lagi, “Oom lezat, Ines nyampe oom, aah”, erangku lemes. Kakiku yang tadinya melingkari pinggangnya aku turunkan ke ranjang. Dia tidak memperdulikan keadaanku, kontolnya terus saja dienjotkan keluar masuk dengan cepat, napasnya sudah mendengus2. Vaginaku kudenyut2kan meremas kontolnya. Dia meringis kelonjotan. “Nes, terus diempot Nes, nikmat banget rasanya, Terus empotannya biar aku dapat ngecret Nes”, pintanya. Sementara itu enjotan kontolnya masih terus gencar merojok pukiku. Toketku kembali diremas2nya, pentilnya diplintir2nya. “Oom, Ines kepengin ngerasain lagi disemprot peju oom”, kataku. Terus saja kontolnya dienjotkan keluar masuk pukiku dengan cepat dan keras, sampai akhirnya, “Nes, aku mau ngecret Nes, aah”, erangnya dan terasa semburan pejunya mengisi bagian terdalam pukiku. Nikmat banget rasanya disemprot peju anget. Dia ambruk dan memelukku erat2, “Nes, nikmat banget deh sex sama sampeyan”, katanya. Setelah beristirahat sebentar, aku segera membersihkan diri dan berpakaian.
Setelah makan pagi, aku diantar oom Dio ke tempat meetingku. “Ntar sore kalo udah selesai meeting call saja, nanti kita jemput”, katanya. Kayanya nanti malem bakal berulang lagi kejadian semalam, gak tau aku mesti ngelayani satu2 bisa pula dua2nya sekaligus. Hari itu aku jadi gak dapat konsentrasi di meeting, mungkin karena masih kebayang ntar malem bakal nikmat lagi dan juga masih lemes digenjot 2 pria semalem dan yang tentu juga ngantuk. Tapi akhirnya meeting selesai juga menjelang sore hari. Aku mengontak oom Dio, tak lama kemudian datanglah mobilnya menjemputku. Aku duduk didepan disebelah oom Odi yang nyopir sedang oom Dio duduk dibelakang. Gak lama sehabis mobil jalan, akupun tertidur. Aku terbangun hari sudah gelap, mobil berhenti di warung Sunda yang sama semisal kemarin. Setelah mengisi perut, mobil meluncur lagi ke Jakarta ditengah kemacetan yang berkepanjangan. Ngantuk menyerangku kembali dan akupun tertidur pulas. Aku terbangun ketika mobil berhenti. Oom Dio turun dari mobil dan mobil berjalan lagi. “Kemana oom Dio?”, tanyaku. “Biasa, nyari SPG yang semok”, jawab oom Odi. “Buat nemenin dia malem ini”. Rupanya aku menjadi jatah dari oom Odi, yang tadi malem baru sekali sexin aku. “Nes, sampeyan gak kawatir hamil ya”, katanya. “Aku kan dapat ngitung masa suburku oom”, jawabku. “memangnya sampeyan lagi gak subur”, katanya lagi. “Iya oom”, jawabku. “Kalo lagi subur, ngecret didalem juga?” tanya. “Iya oom, abis nikmat kan kalo disemprot peju anget, Ines punya obat biar gak hamil oom”. Mobil memasuki apartment. “Gak kerumah oom?” tanyaku agak kecewa karena sudah ngebayangin bakal digenjot di kolam renang semisal tempo hari. “Ini suite kantor”, jawabnya. “emangnya suite beda dengan apartment ya oom”, tanyaku gak ngerti. “Sama aja, cuma suite lebih lengkap fasilitasnya dan lebih luas”, jawabnya sambil memarkirkan mobilnya di basement. Aku digandengnya menuju lift, tasku dibawakannya. Dia memijit tombol yang paling atas. “Dipuncak ya oom”, tanyaku. “Iya, jadi viewnya bagus kalo malem begini”, jawabnya. ”Oom ngejomblo juga kaya oom Dio”, tanyaku lagi. “Iya lah, ngapain punya istri, kan dapat cari istri sementara, kaya sampeyan gini”, jawabnya tersenyum. “Aku dan oom Dio sering tukar jablay, masing2 kan nyari smp dan kalo udah digenjot dipertukarkan kaya tempo hari dirumahku itu”. “Oom, kalo cari jablay yang kaya apa”, tanyaku lagi. “Ya yang kaya sampeyan gini. Toketnya jumbo, pantatnya jumbo dan yang jembutnya lebat”, jawabnya. “Taunya dari mana kalo jembutnya lebat, sebelum ditelanjangi kan gak tau jembutnya lebat bisa pula tidak”, tanyaku lagi. “Ya liat aja bulu tangannya, kalo lebat ya jembutnya lebat. Apalagi kalo jablaynya berkumis, tentu jembutnya lebat banget, semisal sampeyan”, jawabnya tersenyum. Lift berhenti dan pintunya terbuka. Aku digandengnya keluar lift, rupanya langsung masuk ke suite. Suitenya jumbo, kamarnya aja ada 3, belum ruang tamu dan ruang makan yang luas. Di berandanya ternyata ada pool kecil dan ada gazebonya. Aku meletakkan tasku dimeja dan membuka pintu dan keluar mengintip udara malem. Walaupun di puncak bangunan tapi angin tidak kencang, karena sekeliling tempat terbukanya ada tembok kaca buat menghalangi angin, cuma tanpa atap sehingga tetap sejuk. Aku duduk di gazebonya yang berisikan dipan, tiba2 lampu menyala temaram sehingga suasana menjadi romantis. Lampu didalam pool juga menyala. Dia menghampiriku. “Mau berendem Nes, poolnya sih kecil sehingga susah buat berenang. Kamu pake daleman bikini gak?” katanya sambil memeluk pundakku. “Ines bawa kok oom, Ines pake sebentar ya”, kataku sambil bangkit menuju kedalem. Di salah satu kamar aku segera melepas pakaianku, mengambil bikini tipisku dari dalem tas dan memakainya. Ketika aku ke gazebo, dia sudah berbaring didipan cuma mengenakan CDnya, kontolnya kayanya sudah tegang, tampak menggelembung dibalik CDnya. Segera aku berbaring disebelahnya. Diapun merangkul dan mencium bibirku “Nes, ladeni aku melem ini ya sayang, sampeyan napsuin sekali pake bikini Nes, aku udah mau nancep nih”, katanya. Segera tanganku meremas2 kontolnya dari luar CDnya, keras sekali, makanya CDnya langsung kulepas. Kontolnya tegak menjulang, jumbo, super dan keras.Aku segera menjilati kepala kontolnya dan kumasukan kepalanya kemulutku. Kuisep2 dan kukeluarmasukkan ke mulutku. Dia terengah2 kelonjotan, “nikmat banget Nes isepannya, aku udah mau diisep mulut bawah sampeyan”, katanya. Aku segera ditelentangkan dan bra serta CDku diurai ikatannya. Dia menaiki aku dan menggesekkan kepalanya ke pukiku yang sudah basah ketika aku jilat kontolnya tadi. Dia tidak langsung menancapkan kontolnya ke pukiku, malah digesekkan ke itilku. Aku menggeliat2 jadinya, “Oom masukin aja, katanya sudah mau diempot puki Ines”, rengekku. Diapun menekan kontolnya masuk ke pukiku. Terasa banget kepala kontolnya yang jumbo meregangkan pukiku dan mendesak masuk. Nikmat banget rasanya. Aku mendesis2 kelonjotan. Dia terus menekan kontolnya sehingga akhirnya nancep semuanya dimemekku. “Aah oom, lezat banget kontol oom”, erangku. Diapun mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan pelan2, makin lama makin cepat. Aku cuma dapat merintih2 kelonjotan “Oom nikmat banget oom, terusin enjotannya oom, yang cepet, yang keras dong ngenjotnya”, rengeku lagi. Makin lama enjotannya makin cepet, aku mengejang2kan pukiku sehingga gantian dia yang mendesis2 kelonjotan, “Nes, kerasa banget empotan puki sampeyan”. “Ines tinggal sama oom ya, nanti tiap malem Ines empot kontol oom”, kataku. Dia tidak menjawab, cuma enjotannya terus dilakukan dengan cepat dan keras. “Mau ya oom”, rengekku lagi. “enak banget deh digenjot sama oom, sssh”. Napasku mulai memburu, susuku diremas2nya, pentilnya yang udah keras diplintir2 manambah kenikmatan buat aku. Aku mengejang2kan pukiku mengempot kontolnya yang terus keluar masuk dengan cepat dan keras. “Oom, ssh, lezat oom, terus oom, ssh, Ines udah mau nyampe oom, ssh”, erangku. “Sebentar lagi Nes, aku juga udah ngerasa mau ngecret nih, ssh”, jawabnya terengah. Dia setengah membungkuk dan mengemut pentilku. Aku makin napsu jadinya, rambutnya kuremas2, “Oom, engh, ngecretin pejunya dong oom, Ines pengen ngerasain lagi disemprot peju anget, cepetan oom, Ines udah mau nyampe, aakh”, kataku menggelinjang kelonjotan. Enjotan kontolnya makin bertubi2. Aku merintih2 kelonjotan jadinya, pukiku jadi mengejang2 dengan sendirinya meremas kontolnya yang terus nyodok keluar masuk. “Oom, lezat banget”, erangku sambil menjepitkan kakiku di pinggangnya, sehingga enjotannya makin terasa nancep dalem sekali di pukiku. Aku memeluk tubuhnya erat2, “Oom, nikmat banget kontolnya”, rintihku. Akhirnya, “Akh, Ine nyampe oom, aakh”, aku kelojotan saking nikmatnya. Vaginaku kembali mengejang dengan keras meremas kontolnya sehingga diapun gak dapat bertahan lebih lama lagi, “Nes, aku ngecret, aakh”, erangnya. Terasa sekali semburan pejunya yang dahsyat di pukiku. Nikmat tapi lemes banget jadinya. “Aduh oom, nikmat banget oom, boleh ya oom Ines tinggal sama oom, asal oom sexin Ines tiap malem”, rengekku lagi. Dia cuma memelukku terengah2 kecapaian.
Setelah isitirahat, dia mencabut kontolnya yang sudah lemes dari pukikku, kontolnya berlumuran pejunya dan lendir pukiku. “Nes, mandi yuk”, ajaknya. Akupun bangun dan mengikutinya ke kamar mandi. Dia mengambil minuman dari lemari es dan satu diberikan ke aku. Aku segera minum minuman itu sampe habis, sedikit menyegarkan sehabis dienjot abis2an. Dikamar mandi kami saling menyabuni, susuku menjadi sasaran remasan tangannya, akupun gak mau kalah meremas kontolnya sambil kukocok2. Hebatnya gak lama kemudian kontolnya mulai keras laghi. “Oom kuat amat sih, baru ngecret sekarang udah mulai tegang lagi, abis mandi tentu Ines digenjot lagi ya oom”, kataku. “abis tangan sampeyan nakal sih, jadi buat ngendorin mesti ditancep dimemek sampeyan lagi”, jawabnya tersenyum. Tambah lama makin keraslah kontolnya sehingga tegang sempurna. Aku ditunggingkannya, aku bertumpu ditembok kamar mandi, kakiku direnggangkannya dan dia jongkok dibelakangku. Vaginaku dijeliatnya dari belakang, aku kegelian dan napsuku kembali berkobar, “Oom, Ines pengen ngerasain lagi kontol oom keluar masuk di puki Ines”, erangku kelonjotan karena jilatannya sudah menyentuh2 itilku.
Dia berdiri lagi dan mengarahkan kepala kontolnya ke pukiku dari belakang. Dia menekan kepalanya masuk ke pukiku dan mulai dienjotnya pelan, sampai akhirnya seluruh kontolnya nancep di pukiku. Dia mempercepat enjotan kontolnya keluar masuk sambil tangannya memelukku dari belakang dan mengkilik2 itilku. Diserang semisal itu aku jadi kelojotan kelonjotan. Gak lama dienjot dengan cara semisal itu, aku menggelinjang dan mengejang2, “Oom, Ines nyampe oom, pinter amat oom ngenjot puki Ines, sebentar aja Ines sudah nyampe”, kataku terengah. Aku mulai mengejangkan pukiu buat meremas2 kontolnya, dia terus saja mengenjotkan kontolnya keluar masuk mengimbangi empotan pukiu, “nes, sampeyan luar biasa deh, ahli banget sampeyan muasin aku”, katanya. “Makanya oom, Ines tinggal sama oom aja, biar tiap malem Ines dapat ngempot kontol oom sampe ngecret”, jawabk terengah karena enjotan kontolnya makin cepat dan keras saja. Dia terus mengkilik2 itilku sambil mengenjotkan kontolnya keluar masuk. Napsuku kembali naik lagi, “Oom terus oom, lezat banget digenjot sambil dikilik itilnya, aakh”, erangku lagi.Cukup lama dia mengenjot pukiku dari belakang sampai akhirnya aku nyampe lagi, besertaan dengan ngecretnya dia. “Aduh oom, kuat banget sih, Ines sampe lemes deh, tiap ronde Ines selalu 2 kali nyampe baru oom ngecret. Nikmat banget oom, boleh ya Ines tinggal bareng oom”, rengekku lagi sehabis dia mencabut kontolnya lagi. Dia tidak menjawab permintaanku, dia cuma menghidupkan shower lagi buat membersihkan tubuh kami. Setelah itu, kami saling mengeringkan tubuh. Keluar dari kamar mandi langsung aku merebahkan diri diranjang, sementara dia keluar, katanya buat mengambil minuman. Aku sudah ngantuk banget ketika dia kembali membawa 2 cangkir minuman coklat hangat, sesudah kuminum aku langsung tertidur.
Aku terbangun sudah siang, segar sehabis semalem digenjot 2 ronde, aku males ke kantor hari ini. Aku menilpun kantor mengatakan hari ini aku kurang sehat sehingga besok baru dapat kekantor. Dia masih tertidur disebelahku. Kontolnya kuelus2, kuremas pelan2, dan dia terbangun. Begitu juga kontolnya. “Sarapan paginya sex lagi ya Nes”, katanya tersenyum. Kontolnya yang bsudah mengeras kukocok2 biar tambah keras, ujung kontolnya kujilatin, sekali2 kugigit pelan2. Dia merem melek kelonjotan, “Pagi gini udah nikmat, Nes”. Kontolnya kumasukkan kemulutku, cuma muat kepalanya saja saking jumbonya dan kuemut2 dengan keras, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kontolnya di mulutku. Dia merubah posisi menjadi 69 dan mulai menjilati pahaku bagian dalem, kemudian jilatannya mengarah kememeku. yang penuh jembut lebat itu. “Ni jembut, lebat banget, pantes aja sampeyan binal banget kalo digenjot”, katanya sambil menjilati pukiku. Aku gak tahan kalo itilku mulai dijilati, apalagi diisep2, langsung aja pukiku menjadi basah. “Nes, udah napsu lagi ya, puki sampeyan udah basah banget. Bener kan, jablay yang jembutnya lebat napsunya jumbo banget, dikilik sebentar aja udah siap digenjot”, katanya sambil mengkilik itilku dengan jarinya. Aku menjadi kelojotan kelonjotan, isepan ke kontolnya menjadi brenti. “Oom, Ines udah opengen digenjot lagi oom”, rengekku. Dia bangun, pahaku dikangkangkan, dan dia menempelkan kepala kontolnya di pukiku. Kakiku ditekuknya kedada dan dia mulai menancapkan kontolnya ke pukiku. “Masukin semuanya oom, biar nikmat, erangku terengah2. Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk sehingga sebentar saja sudah nancep delam sekali di pukiu. Dia terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk. Aku merintih2 kelonjotan, “Oom, nikmat banget oom, terus oom, enjot yang keras”. Tiba2 dia menarik kontolnya sehingga tinggal kepalanya yang terjepit dimemekku, kontolnya cuma digerakkan pelan. Aku jadi blingsatan, “Masukin lagi dong oom, oom nakal ih, ayo dong oom dimasukin semua lagi”, rengeku. Tiba2 dia mengenjotkan lagi kontolnya sehingga nancep semua, “Aakh, lezat banget oom”. Belum hilang rasa lezatnya, dia sudah menarik kontolnya sehingga tinggal kepalanya saja yang nancep di pukiku, digerak2kan pelan sampai aku mulai merengek2 dan tiba2 dienjotkan lagi sehingga nancep semuanya di pukiku. Berulang2 dia melakukan cara itu sehingga akhirnya aku nyerah duluan, “Oom masukin semuanya oom, Ines nyampe, aakh”, aku mengejang, pukiku terasa meremas2 kontolnya. Aku terengah2 kelonjotan, kakiku diletakkan diranjang, dia mulai lagi mengenjotkan kontolnya keluar masuk pukiku, segera napsuku bangkit lagi. Aku menggeliat2 kelonjotan, tak lupa pukiku kekejang2kan buat mengempot kontolnya,. Dia pun meringis kelonjotan, “Terus diempot Nes, nikmat banget”. Tiba2 dia berhenti mengenjotkan kontolnya, aku dipeluknya dan dia berguling sehingga sekarang aku yang diatas. Segera aku yang ambil alih komando, pantatku kuenjotkan keatas kebawah, mengocok kontolnya yang masih perkasa. Toketku yang berguncang2 seirama naik turunnya pantatku diremas2nya dengan gemas, pentilnya diplintir2nya sekaligus. “Ngentot gaya apa aja sama oom, sama nikmatnya ya oom”, kataku sambil mempercepat enjotan pantatku. “Nes, aku udah pengen ngecret Nes, kita berbalik lagi ya”, katanya sambil memelukku kembali dan berguling sehingga sekarang dia yang diatas kembali. Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat dan keras, aku makin terengah2 kelonjotan, “terus oom, Ines udah mau nyampe lagi, bareng lagi ya oom”, kataku. Akhirnya kembali aku mengejang2 nyampe, sehingga pukiku kembali meremas2 kontolnya. Diapun gak dapat bertahan lagi, sambil mengejotkan kontolnya dalem2 dia ngecret, “Nes, lezat Nes, aakh”. Pejunya kembali berhamburan dimemekku. Aku heran juga kayanya stok pejunya gak ada batesnya, setiap ngecret selalu keluarnya banyak.
Setelah selesai semuanya, kami kembali membersihkan diri dikamar mandi, dia menyiapkan makan pagi buat berdua. Setelah makan, aku diantarkan pulang.
TAMAT

✪ Marilah intip Topik Seksi tentu Hobby Ngentot Koleksi photo sexy Kamu dapat vidio body seksi sex Terbaru bisa pula kontol. puki muslimah FOTO Bugil Gadis Janda Vagina Sempit Cerita Dewasa : Aku Wanita Jalang, Pemuas Nafsu Laki-Laki Setengah Baya Toket Tante artis Cantik tunjuk tocil. puki Sexy Onani sex kelihatan Perawan Enak Kak Pembantu Bersama susu jumbo. Kamar Wanita lezat punya sakit Ngecrot susu pastinya bagus nyepong penggemar. Ngocok jablay oke merangsang semok tegang sekaligus Vagina Ngentot Buka Paha Pragawati Latihan Mupeng Jilbab sungguh jembut seks Lembut Yang di samping jumbo ada juga Tante Seksi bisa pula Cerita Dewasa : Aku Wanita Jalang, Pemuas Nafsu Laki-Laki Setengah Baya pastinya bagus.

☞ Pengumuman dialamatkan buat pemirsa wanita bispak sex beserta pria kontol jumbo, video sex Cerita Dewasa : Aku Wanita Jalang, Pemuas Nafsu Laki-Laki Setengah Baya cumalah buat hiburan belaka, admin tidak tebersit minat mencabuli. admin mohon maaf bilamana vidio bisa pula foto sampeyan yang berhubungan muncul.

☞ selamat mengintip foto telanjang bisa pula foto sex Cerita Dewasa : Aku Wanita Jalang, Pemuas Nafsu Laki-Laki Setengah Baya di TEGANGAN.COM, halaman sex kegemaran sampeyan. usahakan buat mengintip tulisan lainnya yang lezat dilihat semisal foto muslimah telanjang susu jumbo, vidio jablay smp cakep nyepong kontol, foto puki bispak telanjang di samping ambil vidio sex jablay manis sex sexy terbaru bisa pula juga tulisan tante digenjot kelonjotan dan foto telanjang Cerita Dewasa : Aku Wanita Jalang, Pemuas Nafsu Laki-Laki Setengah Baya di halaman TEGANGAN.COM yang lezat tentu sexy.